Senin, 27 Mei 2013

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Diposkan oleh Wildi Maulida Septina di 21.00

A.     KEINDAHAN
Keindahan diambil dari kata “Indah” yaitu yang artinya Bagus, Enak dipandang, Elok, Asri, dan Cantik. Menurut KBBI Pengertian Keindahan yaitu sesuatu yang enak untuk dilihat atau dipandang, cantik, asri, dan terlihat menawan. Jadi Kesimpulannya menurut saya Keindahan itu iyalah suatu objek yang enak untuk dipandang sehingga membuat si pemandang tidak mudah bosen melihat objek pandangan tersebut karena dalam objek tersebut terdapat sebuah daya tarik yang indah dan tinggi serta juga cantik, asri dan bagus.
Keindahan itu mempunyai arti yang luas, keindahan itu bukan hanya diartikan untuk Alam tetapi keindahan itu bisa juga diartikan untuk makhluk hidup seperti manusia dan hewan. Contoh dari keindahan itu sendiri yaitu kalau seandainya kita melihat suatu pemandangan yang belum kita lihat sebelumnya, pasti kesan pertama kali saat kita melihat pemandangan tersebut yaitu terlihat indah, cantik dan bagus.
Keindahan itu merupakan suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu dapat dinikmati apabila dihubungkan atau digabungkan dengan sesuatu yang berwujud atau Suatu karya. Maksud suatu karya itu adalah menciptakan suatu bentuk sehingga dengan bentuk itu keindahan saling berkomunikasi.
Selain itu juga kita harus dapat membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu  yang indah. Untuk membedakannya itu seperti sebuah kata yang terdapat dalam bahasa inggris yaitu “Beauty” (keindahan) dan “The Beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kadang dicampur adukkan saja.

Selain itu keindahan menurut seluas-luasnya dibedakan berdasarkan pengertian, yaitu:
1.     Keindahan dalam Arti Luas
keindahan dalam arti luas mengandung suat pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
Jadi pengertian dalam Arti luas yaitu meliputi :
·        Keindahan Seni
·        Keindahan Alam
·        Keindahan Moral
·        Keindahan Intelektual

2.     Keindahan dalam Arti Estetika Murni
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.

3. Keindahan dalam arti Terbatas dalam Hubungannya dengan Penglihatan
mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.

Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut NILAI ESTETIKA. Dalam sebuah bukunya yaitu ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :  “The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Dalam hal itu berarti disimpulkan, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.

Keindahan dalam Nilai Ekstrinsik dan Nilai Instrinsik, yaitu :
1.     Nilai Ekstrinsik
Adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya uisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik

2.     Nilai Instrinsik
Adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.

Pengertian Kontemplasi dan Ekstansi
Kontemplasi adalah suatu dasar kemauan dalam diri manusia atau khususnya dalam diri seseorang untuk menciptakan sesuatu karya yang indah yang merupakan suatu proses yang dilakukan dengan cara bermeditasi, merenungkan atau berfikir penuh untuk menemukan suatu nilai-nilai, manfaat dan tujuan dari suatu hasil yang kita ciptakan atau suatu bentuk karya.
Sedangkan pengertian Ekstansi itu sendiri adalah suatu dasar dalam diri seseorang atau manusia untuk mengungkapkan suatu rasa indah yang iya rasakan dan iya nikmati. Sehingga membuat dirinya nyaman dengan sesuatu objek yang indah tersebut.
Apabila Kontemplasi dan Ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka dari segi Kontemplasi itu terdapat faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan dari segi Ekstansi terdapat factor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.
Manusia menciptakan berbagai macam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala alami tersebut. Semuanya ini dilakukan dan hanya bisa terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh kontemplasi. Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukkan bahwa kontemplasi selain sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari keserba sempurnaan kehidupan manusia.

B.     RENUNGAN
Renungan berasal dari kata “Renung” yaitu diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil pikiran dari merenung. Dalam merenung untuk menciptakan sebuah seni ada beberapa teori, diantaranya yaitu :
1.     Teori Pengungkapan
Dalil dari teori ini adalah “Arts are in expression of human feeling” (seni adalah merupakan ungkapan dari perasaan manusia).

Teori eksperesi yang paling terkenal adalah filsuf italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah ditejemah dalam bahasa inggris “Aesthetic as Science of Expressin and General Lingusitic”. Beliau menyatakan bahwa “Art is Expression of Expression” (Seni adalah ungkapan dari kesan-kesan). Expression sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melaui penghayatan  tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan(images).

Menurut Leo Tolstoi kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantara berbagai gerak, garis, warna, suara, dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

2.     Teori Metafisik
Teori yang bersifat metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindhan dan teori seni. Sesuai dengan metafisika Plato yang medalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi. Pada tahap yang lebih rendah terdapat realita duniawi yang merupakan cerminan semu yang mirip realita ilahi itu.

Dalam zaman modern suatu teori seni lainnya yang bercorak metafisis dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita. Dan realita yang sejati adalah suatu keinginan (will) yang sementara.

Dengan melalui perenungan semacam ini lahirlah karya seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda sekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

3.     Teori Psikologis
Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni semacam permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Bagi Spencer, permainan itu berperan untuk mencegah kemampuan-kemampuan mental manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia-siakan.Teori lain yang dapat dimasukkan ke dalam teori psikologis adalah teori penandaan (signification theory) yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.

C.     KESERASIAN
Keserasian yaitu perpaduan antara dua objek entah itu benda ataupun makhluk hidup yang berbeda namun berjalan dan bergerak ataupun terlihat sangat indah sehingga banyak mata yang ingin melihat,karena perbedaan nya yang mebuat objek tersebut menjadi Indah.Apabila di pisahkan maka tidak akan terlihat indah.
Keserasian sendiri berasal dari kata cocok,dan sesuai benar.Keserasian erat sangkut pautnya dengan perpaduan.keserasian mempunya 2 teori yaitu:
·       Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel 
·        Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung teori Subjectif adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry  
·        Teori pengimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunanai Kuno dulu dipahami dalam arti terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. 

Hubungan Manusia dengan Keindahan

Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.

Manusia menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi.

OPINI :
Keindahan itu iyalah suatu objek yang enak untuk dipandang sehingga membuat si pemandang tidak mudah bosen melihat objek pandangan tersebut karena dalam objek tersebut terdapat sebuah daya tarik yang indah dan tinggi serta juga cantik, asri dan bagus. Jadi Pendapat saya mengenai hubungan antara manusia dan keindahan yaitu pada dasarnya keindahan yang dapat dirasakan setiap manusia berbeda-beda tergantung dari pandangan manusia tersebut akan suatu hal yang dapat membuatnya merasa tentram dan nyaman. hal yang membuat pandangan dari masing-masing manusia

Sumber :

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Wildii MS Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos